Senin, 19 Maret 2012

Indonesia-Jepang Rencanakan Proyek Kereta Supercepat

Kereta api super cepat produksi Italia (REUTERS/ Alstom Partners/ Handout ) 

Konsultan Japan Railway Technical Service (JARTS) dan Yachiyo Enginering Co.,Ltd (YEC) menilai pembangunan rel kereta api cepat (high speed railway-HSR) yang paling cocok adalah stasiun Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta.

"Untuk perancangannya, Stasiun Dukuh Atas, Sudirman akan dirancang struktur tanahnya dan akan memiliki dua peron dan empat jalur," kata Tim Leader dari Konsultan JARTS dan YEC, Kenji Endo, di Hotel Pullman, Jakarta, Senin 19 Maret 2012.

Kenji menambahkan pihaknya juga memperkirakan jalur rel kereta super cepat tersebut bisa diperpanjang ke arah barat daya yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Untuk Stasiun Bandara, rancang bangun rel kereta super cepat akan dibangun dengan membangun tiga peron dan enam jalur. "Untuk jasa halte antara Jakarta dan stasiun Bandara Baru," ujar Kenji.

Selain di Stasiun Dukuh, JARTS dan YEC juga menawarkan rancangan tata letak dari stasiun kereta super cepat yang berbeda. Untuk di stasiun Bekasi atau Karawang (kawasan industri), pembangunan rel bisa dibangun menggunakan dua peron dan empat jalur.

Rancangan lain adalah rel kereta super cepat dengan dua jalur untuk sisi peron dan dua jalur singgahan.

Sedangkan untuk stasiun di wilayah Bandung, Kenji menjelaskan akan membentuk HSR yang berhubungan dengan stasiun yang lama. "Stasiun ini memiliki dua peron dan empat jalur," ujar Kenji.

Terakhir adalah Stasiun Gede Bage, yang bisa memiliki dua peron dan empat jalur. Stasiun ini merupakan stasiun terminal sementara sebelum jalur perpanjangan menuju Cirebon dan seterusnya akan dibangun.




sumber: http://bisnis.vivanews.com/news/read/297531-stasiun-sudirman--markas-kereta-supercepat

0 komentar:

Posting Komentar